Selasa, 10 Januari 2012

Inspirasi

Ada sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan 2 orang anaknya bernama budi dan ayu. Menjelang liburan sekolah, sang ayah mengajak keluarganya untuk bertamasya dengan perjalanan laut. Si ayah berkata “Mam,budi,ayu, bagaimana liburan sekolah ini, kita pergi tamasya di perjalanan laut?”. Karena mendengar ajakan dari si ayah, anggota keluarga itu bersuka cita dan dengan semangat mereka menjawab “Perjalanan laut?? Wah asiikkkkk!!”. Wajah-wajah kegembiraan mulai tampak dari raut wajah keluarga tersebut. Sinar-sinar kegembiraan menyinari hati dan pikiran mereka.

Libur sekolah sudah mulai tiba, sang ayah telah memesan tiket perjalan tour dari sebuah agen perjalanan. Dan akhirnya mereka pun dijemput oleh pihak tour travelnya, dan mereka pun menuju pelabuhan untuk memulai perjalanan tamasyanya. Diperjalanan mereka sangat bersuka cita. Tidak ada raut muka bermasam selama perjalanan itu. Semua bernyanyi dan tertawa dengan perasaan lega. Sang ayah merasa gembira karena pekerjaan selama ini, dan juga gembira karena bisa bertamasya dengan keluarganya. Begitu pula sang Ibu dan anak-anaknya yang juga senang bisa bertamasya dengan keluarga. Setelah sampai di pelabuhan, mereka pun masuk ke dalam kapal pesiar itu dan siap untuk bertamasya.

Kapal pesiar pun sudah mulai beranjak dari pelabuhan menuju perairan luas. Kapal itu berjalan menghalau deburan ombak kecil dan melewati hembusan angin dingin laut tersebut. Setelah sampai di pertengahan laut tersebut, tiba-tiba cuaca mulai berubah menjadi tidak bersahabat. Angin berhembus dengan kencang dan deburan ombak pun berlomba-lomba menuju kapal tersebut. Karena kapal tersebut tidak kuat menahan tekanan tersebut, akhirnya kapal itu menjadi karam di tengah laut. Keluarga itu menjadi panik karena kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba. Sang ayah memberi aba-aba kepada anggota keluarganya itu untuk saling berpegangan tangan. Anggota keluarga pun saling berpegangan tangan. Dan tanpa disangka, kapal itu semakin lama semakin tenggelam.

Kejadian itu membuat orang merasa bahwa tidak akan selamat. Tetapi sang Ayah dengan penuh semangat dan rasa sayang terhadap keluarganya, berusaha sekuat tenaga untuk menolong anggota keluarganya. Ibu dan 2 anak itu sudah mulai masuk ke air, dan si ayah pun dengan sekuat tenaga berenag ke arah si ibu dan kedua anaknya itu. Dengan susah payah si ayah menolong mereka. Padahal si ayah sendiri kaki dan tangannya sudah tergores pecahan kapal dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Tetapi ayah selalu berusaha dan berusaha untuk menahan sakit demi keluarganya. Si ayah berpikiran untuk rela mati demi keluarganya. Akhirnya mereka pun selamat karena ada patroli laut. Dan mereka pun di bawa ke daratan dan menuju rumah sakit.

Dari cerita diatas dapat kita ambil maknanya bahwa pengorbanan sangat diperlukan dalam hidup. Tentu pengorbanan itu didukung dengan semangat yang kuat dan tentu saja dengan cinta kasih. Seperti halnya orang yang tadinya kaya raya. Hal ini digambarkan dari cerita di awal perjalanan tamasya keluarga tersebut. Mereka bersuka cita dengan kekayaannya itu. Tapi di perjalanan kehidupan ini, halangan pasti datang terjadi. Orang bisa kehilangan hartanya. Tetapi, kalau dengan kehilangan harta tersebut dan kita tetap semangat denga kita juga kaya mental, maka hal tersebut dapat bangkit lagi. Seperti keluarga yang hampir mati tenggelam tersebut.

L I F E

Life is not a small candle but it is a huge torch i have to make it burn as brightly as possible. Hidup bukanlah lilin kecil tapi obor besar yg menyala hebat.

Barangsiapa bermurah hati ia akan jadi mulia, jika kirir ia akan hina, barangsiapa segera berbuat baik kepada saudaranya ia akan memperoleh kelapangan akhirat.

Sayyidina Ali pernah berpesan bahwa “Ilmu dan kearifan yang paling tinggi adalah mengenal ALLAH SWT Tuhan kita” dengan Mengenal-NYA kita mengenal yang lain.

Jangan sekali kali seseorang menginginkan mati (frustasi) sebabjika ia baik akan bertambah kebaikannya jika ia jahat ia berkesempatan untuk taubat (HR.Bukhari).

Behind every successful person there’s a lot of unseccesful years. Dibalik keberhasilan seseorang terletak tahun-tahun kegagalan, itulah sunnah perjuangan Rasul.

“Cukuplah ALLAH bagiku, tiada Tuhan selain Dia. Kepadanya aku bertawakal, Dialah tuhan pemelihara Arasy agung” itulah doa pagi/sore nya Rasul untuk hidup cukup.

Jalan menuju Sukses itu di kelilingi dengan hal2 yang TIDAK menyenangkan, sedangkan Kegagalan di kelilingi dengan hal2 yang MENYENANGKAN.

Michel Telo - "Ai Se Eu Te Pego" Lyric

Michel Telo - "Ai Se Eu Te Pego" Lyric
Reff:
Nossa, nossa
Assim você me mata
Ai se eu te pego
Ai ai se eu te pego
Delícia, delícia
Assim você me mata
Ai se eu te pego
Ai ai se eu te pego

Bait:
Sábado na balada
A galera começou a dançar
E passou a menina mais linda
Tomei coragem e comecei a falar

Reff:
Nossa, nossa
Assim você me mata
Ai se eu te pego
Ai ai se eu te pego
Delícia, delícia
Assim você me mata
Ai se eu te pego
Ai ai se eu te pego

Bait:
Sábado na balada
A galera começou a dançar
E passou a menina mais linda
Tomei coragem e comecei a falar

Reff:
Nossa, nossa
Assim você me mata
Ai se eu te pego

Ai ai se eu te pego
Delícia, delícia
Assim você me mata
Ai se eu te pego
Ai ai se eu te pego

Reff:
Nossa, nossa
Assim você me mata
Ai se eu te pego
Ai ai se eu te pego
Delícia, delícia
Assim você me mata
Ai se eu te pego
Ai ai se eu te pego